Tuesday, February 25, 2014

Blog: Day 1 - Pop Century Resort

Kesyel nggak, janjinya bakal update blog seminggu sekali, nyatanya udah dua minggu nggak ada update? Maafkan ya pemirsa, aku lagi sibuk :( Entah sibuk yang hakiki atau sibuk bersenang-senang, pokoknya sibuk :D

Sekarang update, yaaa!

Day 1

Satu kalimat yang mendeskripsikan hari kedua dengan sempurna adalah: JETLAG IS A BISH. Or rather, aging is a bish. Jaman dulu, gue nggak jetlek-an gini, lho. Pergi kemanapun, gue bisa cepet beradaptasi dengan jam lokal. Tapi kali ini... ya Allah beratnyaaa... apakah karena tahun ini umurku kepala tiga, ya Allah? #bukakartu

Niwei, kami nyampe hotel 'kan jam 1.30 subuh. Setelah bebersih dan beberes, baru bisa tidur jam 3.30 subuh. Trus pingsan seharian lah, ya... sampe jam 3 sore! Jadi kami tidur selama hampir 12 jam penuh. 


I had no idea what happened during that 12 hours. Kok nggak laper atopun pengen pipis, ya? Yang gue inget, sekitar jam 10.30 siang, pintu digedor. Ternyata housekeeping mau beberes kamar. Karena masih super teler, gue membuka pintu sambil MEREM tapi entah kenapa, gue tetep SENYUM dan menyapa dengan suara diseret...

"Haaaai... Can you comeback lateeeerrr? Okaaaayyy... Sengkyuuuu... Baaaaaay..."

... persis kayak orang abis ngebaks 100 linting. Mana gue tampil dengan rambut acak-acakan, mata bengep, dan pake piama motif teddy bear, 'kan.

Alhasil, si mbak-mbak housekeeping ngikik berat, "Hihihihi, OK sure no problem, hihihihi..."

Duuuh, khawatir dikira bocah nyimeng :)))

Sekitar jam 3 sore, baru pada mulai melek. Meleknya pun lesu, karena mata berasa banget bengkaknya. I kept telling myself, ya amplop sis, ini di Disney lho, sis! Hasil planning dari taun lalu, sis! Semangat dikit, kali?! 

Sekali lagi... jetlag is a bish.

Jam 4 sore, kami baru bener-bener keluar kamar dan menjelajahi Pop Century resort, 'rumah' kami selama di Walt Disney World.

***

Now, I have to say this loud and clear - I love, love, love Pop Century!

Okeee, ini memang hotel kelas Value (a.k.a. murahan). Layout-nya lebih kayak motel daripada hotel, dinding kamarnya setipis kertas, dan amenities-nya sederhana. Baru-baru ini dia renovasi, jadi AC-nya udah sentral. Dulu AC-nya split, lhooo... lawas yaaa...

Tapi sumpah, hotel ini menyenangkan banget. Meski sederhana, fasilitasnya komplit (self-service laundromat? Check. Game arcade? Check. Setrikaan di setiap kamar? Check. Kulkas, toiletries, anduk sebejibun? Check check check). Luas kamar cukup. Foodcourt-nya geda. Toko suvenirnya komplit. Kolam renangnya seru. Pokoknya gue suka banget. Pop Century adalah salah satu contoh bahwa menyenangkan nggak harus mahal.


 IMG_1456

IMG_1458

IMG_1461

IMG_1466

IMG_1465

IMG_1467

Tadinya kami mau bikin video tur keliling Pop Century, ala-ala Samantha Brown versi kesian. Apa daya, niatan kegerus jetlag. Jadi gue kasih video dari sumber lain, ya. Kira-kira begini, lah...



Things That I Love Most About Pop Century

The complete facilities. Sekali lagi, walaupun Pop Century ini adalah hotel kelas murce, fasilitasnya komplit sekali, baik fasilitas kamar maupun fasilitas luar kamar. Housekeeping-nya juga rajin dan on schedule. Kalo misalnya kita lagi di kamar seharian sehingga housekeeping nggak bisa beberes, mereka akan tetep ngasih kita sekantong plastik supplies berisi anduk bersih, kantong sampah bersih, dan toiletries.  

Aktivitas-aktivitas di sekitar kolam renang. Setiap hari, selama 7 hari seminggu, selalu ada aktivitas berlangsung di area kolam renang Pop Century. Mulai dari lomba main hoola hoop, lomba joget, sampe trivia / kuis-kuisan seputar film Disney. 

Gue sempet lewat pas lagi pada main kuis film Disney, dimana pesertanya mayoritas anak-anak kecil, dan sumpah, rasanya gue pengen menyeruak ikutan.

MC: Okay, what movie does this quote comes from? "Ten thousand yeaaaars will give you such a crick in the neck!"
Peserta: *bengong*
Gue: Aladdiiiiin! (dalam hati)

MC: Now how about this quote? "It's a small underworld after all..."
Peserta: *bengong*
Gue: Herculeeeees! (masih dalam hati)

Gue juga suka kalo lagi ada lomba joged. Pernah, nih, ada lomba joged Cha Cha Slide. Aslinya, gue suebeeeel sama Cha Cha Slide ini, tapi batin tetep kompetitip pengen ngalahin peserta lain yang jogednya (menurut gue) kurang hits, hahaha... Duh, sayangnya waktu itu masih ketahan gengsi.

Tapi poolside activities yang paling gue suka adalah Movie Night a.k.a. layar tancepan. 

Setiap malam, di semua hotel Disney (nggak hanya Pop Century, sih) selalu ada acara layar tancep. Jadi, film Disney ditembak ke sebuah proyektor, dan siapapun bisa ikut nonton bareng. Di malam pertama ini, kami nonton Princess & The Frog, salah satu film Disney yang paling NGGAK gue suka. Tapi demi seseruan, Dara and I still watched it anyway, sambil ngemil kue dan menggigil kedinginan. So much fun.


Laundromat. Entah kenapa, saban bepergian, gue paling benci numpuk baju kotor. Therefore, laundromat is my best friend. Alhamdulillah, ruang laundromat Pop Century luas dan bersih. Selalu ada washer dan dryer yang available, padahal dengan banyaknya anak kecil di Pop Century, gue pikir laundromat-nya bakal penuh (ani-ani koci muntah dan ngompol mulu, yekaaan?). 

Seriously, hotels, if you wanna make me happy, just provide me a nice laundromat.

The connection to Art of Animation. Pop Century ini terhubung dengan hotel tetangga, Art of Animation, yang lebih gres. Jadi kalo mau intip-intip Art of Animation, kita tinggal jalan nyebrang jembatan 10 menit... sampe deh!

Trus mau ngapain di Art of Animation? Liat-liat 'kali yaaa. Art of Animation, tuh, hotel kelas Value juga, but it is a little pricier than Pop Century, soalnya dia lebih gres, lebih luas, dan dekornya lebih lucu. Orang luar nggak boleh numpang berenang di kolam renang Art of Animation, tapi boleh numpang makan di foodcourt-nya.

The resort shop. The Everything Pop shop is a life saver. Nggak gede banget, tapi komplit. Saat Dara pusing-migren dan obat bawaan dari Jakarta nggak mempan, we got Dramamine from the store. Pas gue butuh gembok koper baru, adin juga disindang. Disaat gue butuh pernak-pernik last minute (buku tandatangan, pin, oleh-oleh buat yang kelupaan dibeliin), dapet semua disini.



The whole vibe. Seperti yang pernah gue jelaskan, Pop Century ini temanya nostalgia. Ia terbagi ke area bertema 50an, 60an, 70an, 80an, 90an. Maka, di seluruh kawasan (lobby, kolam renang, taman, dll) suka diputer tembang kenangan, daaaan para tamu nggak sungkan ikut bersenandung ataupun joged kecil.

Alhasil, gue nyuci baju di laundromat sambil joget Earth, Wind and Fire ("do you remember? The twenty first niiight, Septembah!"), nongkrong di kolam renang sambil goyang Wham! ("Wake me up! Before you go go!"), dan ngantri bis menuju theme park sambil karaoke Alanis Morisette ("You've already won me oveeeer, in spite of me..." Trus kangen misua deh T__T).

Things That I Hate Most About Pop Century

The foodcourt. Secara suasana dan fasilitas, foodcourt Pop Century tuh menyenangkan dan komplit. Bukan hanya makanan-makanan 'berat', tapi mereka juga menjual makanan-makanan grab-and-go seperti roti-rotian, sandwich, sereal, buah-buahan, salad, susu-susuan (silikon doong? #abaikan), dan sebagainya. 


Yang menjadi masalah adalah rasa makanan di foodcourt ini. Saking nggak enaknya, they're almost inedible. Bayangin ya, di hari kedua disini, gue dan Dara hampir muntah saking enegnya sama makanan mereka. And after a few days, setelah mencicipi SEMUA jenis makanan yang tersedia di foodcourt ini, kami berkesimpulan bahwa emang nggak ada yang enak. Samsek. Huek.

Solusinya, kamu bisa kenyang-kenyangin aja makan di theme parks (which have way better food), nyebrang makan di Art of Animation, atau beli packaged foods aja yang rasanya standar (yogurt, puding, buah, etc.) 

***

Sekitar jam 8.30 malem, kami udahan nonton layar tancep Princess & The Frog (nggak kelar! Ya uliii, jompo amat...), lantas terhuyung-huyung masuk kamar kedinginan, makan Popmie, trus siap-siap bobok (LAGI). Hari ini memang nggak ada acara apa-apa, karena sudah menduga bakal jetlag parah. Nevertheless, it has been fuuun. Serius, deh. Kok bisa, sih, nongkrong di hotel aja hepinya begini amat? It's the Disney magic. Pasti.

Tomorrow - our first theme park day!

5 comments:

Arman said...

keren banget ya hotelnya!
disini kalo hotel2 di sekitaran disneyland, gak sampe segitu2nya amat. paling cuma ada patung mickey di lobby sama gambar mickey di frame di kamar. that's it.

toko souvenir pun cuma sepetak doang. :P

Leija said...

Haii Armaan... Ini keren begini karena Pop Century termasuk official hotel Disney.

Di Disneyland California, official hotelnya cuma 3 (Disneyland Hotel, Grand Californian, Paradise Pier). Sisanya hotel-hotel 'partnership' aja (Best Western, dll). Bener 'kan ya?


Kalo di Walt Disney World, official hotelnya (bukan sekedar partnership) ada puluhan, termasuk Pop Century ini :)

mawar said...

untuk siasatin jetlag aku pake melatonin, seblum take off minum itu, pas di flight bisa tidurr pulas banget.. tp ya gitu kalo bangun masih tetep ngantuk, berat matanya.. lumayan lah drpd kesiksa ga bisa tidur pdhl mau tidur

Leija said...

Mawar: Sebenernya aku juga bawa obat tidur cukup banyak sih, buat antisipasi jetlag, tapi kelupaan nggak diminum... Pas balik ke Jakarta (dan jetlag lagi), aku coba minum obat tidurnya, teteup lho kleyengan. Nggak membantu body clock huhuhuhu.

taufik rahman said...

vimax thanks for sharing, good article, we wait for the next article