Tuesday, December 10, 2013

Freaks Like Me

Salah satu hal terberat yang harus gue lakukan saat gue memutuskan untuk go on this trip adalah… ngasitau orangtua.

Yep. Bukan mikirin duit, bukan mikirin anak, bukan mikirin suami. Tapi ngasitau orangtua.

Which is kind of pathetic.

Begini, lho. Gue adalah wanita dewasa. 29 MY AGE LHO, MAK. Udah punya suam-suam kuku pleus ani-ani koci. Udah bisa (dan mau) mempertanggungjawabkan segala tindakan gue sendiri.

Secara finansial maupun kemandirian, gue udah nggak tergantung kepada orangtua lagi, sehingga—at least, dalam kepala gue—setiap gue membuat sebuah keputusan, gue hanya akan memberi tahu orangtua. Bukan minta izin kepada mereka.

Trus, kenapa gue pusing ngasitau ortu mau ke Amerika?

My parents, especially my mom, is highly conservative and judgmental. Kalo gue bilang bahwa gue mau pergi ke Walt Disney World selama dua minggu, ninggalin suami dan anak, mungkin reaksi pertama mereka adalah mengasingkan gue ke Pulau Buru. Pasti mereka mikir, kok bisa-bisanya gue membuat keputusan seegois itu?

Walaupun ya, misalnya pun mereka keberatan, gue nggak akan merubah keputusan, sih. Teguh pun melarang gue batal pergi hanya karena orangtua. Sabdanya, “The decision is not in their hands, but in mine.” Subhanallah, suamikuuu!

Dugaan gue benar. Ketika gue ngasitau orangtua gue, bokap gue panik, nyokap gue sewot. Mereka berusaha melarang gue, ngebujuk gue, sampai menawarkan bayarin Teguh dan Raya untuk ikut (!!!).

Tapi sampe detik ini, keputusan gue dan Teguh bulat sebulat perutku—I’m going with the original plan: pergi dengan Dara, atau sendiri. It’s going to be the ultimate Disney trip for me.

Alhamdulillah, lambat laun ortu gue berhenti protes. Bokap malah cenderung mendukung., meski nyokap masih suka nyinyir dan judgemental (yang kami tanggapi dengan satu sikap: CUEXXX KAYAK LUPUS)

Salah satu celetukan yang paling sering dilontarkan beliau adalah: “Udah setua ini masih segila itu sama Disney. Freak amat kamu, Kak?”

Am I really?

Seandainya gue berjiwa lemah dan ra mudeng opo-opo, mungkin gue udah sakit hati diomongin begitu. Untungnya gue berjiwa gerwani, serta PAHAM SEPAHAM-PAHAMNYA bahwa gue bukan freak. Kenapa? Karena gue tau ada ribuan orang dewasa lainnya yang sepaham sama gue.

Selamat datang di DISboards.com

DISboards adalah sebuah forum online yang kheuseus membahas mengenai Disney parks. Do’i adalah forum Disney parks terbesar, teraktif, dan ter-rusuh yang ada di world wide web. Semacam Kaskus kali yaaa, tapi khusus ngebahas theme parks, khususnya Disney.

Gue terdaftar sebagai anggota DISboards sejak 2007. Waktu itu gue masih norak dan belagu, berasa paling paham serba-serbi Disney parks, mentang-mentang udah pernah nyicipin semua cabang di dunia (CUIIIH). Tapi pas masuk DISboards, wekweeeew… Aku bagaikan anak bawang tersesat di hutan ilmu. So many Disney-pros! So much information I never knew before! Maboraaa, aku maboraaa!

Sebagaimana layaknya forum online lainnya, DISboards ini sistemnya dari pembaca, untuk pembaca. Jadi dari para Disney fanatics di DISboards, gue jadi tau insiders info sampe ke akar-akarnya (BOK, saking gedenya komunitas ini, gosipnya para CEO Disney ikut mengawasi forum indang, lho, untuk menentukan keputusan-keputusan korporasinya).

Dan dari DISboards pula, gue jadi tau ada banyaaaak banget Disney-aficionados yang level fanatiknya udah di tingkat dewa. Tipe-tipe orang yang setiap kali ngeliat istana Disney theme park bisa nangis kejer, bahkan kalo istana tersebut… hanya berupa foto semata. Sekian dan terimakasih. You can all go back to Cray-Cray Town now!

Dari sekian banyak sub forum di DISboards, favorit gue adalah Disney Trip Reports. Pada intinya, sub forum ini berisi Trip Reports alias cerita yalan-yalan para member DISboards ke Walt Disney World (ada juga sub forum khusus Trip Reports ke Disneyland, Tokyo Disneyland, etc).

Gaya penulisannya santai dan bebas, ala-ala postingan blog gitu, deh. Jadi bagi ente-ente yang suka ngintilin postingan blog jalan-jalan, you’ll probably enjoy DISboards’ Trip Report sub forum.

Daaaan… tentu saja akika ikutan nulis di sub forum indang! Tapi untuk sekarang ini, tulisan gue belom nyangsang di sub forum Trip Reports, melainkan masih di sub forum Pre Trip Reports. ‘Kan ceritanya masih persiapan, tho? Belum pergi? Nanti kalo jalan-jalannya udah kelar, I will start my Trip Reports thread.

Dengan demikian, bisa dibilang sekarang gue lagi me-maintain tiga blog sekaligus: Vakansi Disney, Let The Beast In, dan thread di DISboards ini. Bundir aja sekalian, yak.

Pada inti dan hakekatnya, DISboards is loooove. Saban nongkrong disana, entah untuk komen-komen nggak penting atau sekedar baca-baca thread, gue bagaikan pulang ke planet gue sendiri—my own Disney-geek universe. Meskipun orang-orang DISboards kadang bisa kelewat fanatik, tampak nggak punya kehidupan, live with 100 cats, dan suka ngotot debat soal hal-hal nggak penting, for me, that place is still love, hihihi.

Tapi ada satu kekurangannya—nggak ada orang Indonesia di DISboards. Menurut, nganaaaa?

Kenapa hal itu bikin sedih, La? Soalnya, kadang gue pengen berkeluh kesah mengenai hal-hal yang hanya dimengerti oleh penggemar Disney yang tinggal jauh dari Amerika, semacam beta begini. Di thread DISboards, gue pengen curhat, “Jauh ya ke WDW, padahal gue udah kangen bangetz pake Zet… Huffft…”. Pengen marah-marah soal kurs dollar. Pengen curhat mengenai jetlag dan adaptasi dengan cuaca Florida yang nggak ketebak. Pengen curhat betapa nggak enaknya makanan Amerika, hihihi.

Namun, mana mungkin aku curhat begituan di DISboards? Member-nya ‘kan 80% orang Amerika. Mereka pasti nggak relate, lah.

Alih-alih, kadang-kadang gue curhat di sub forum Australia aja, yaitu sub forum untuk Disney freaks dari Australia, hihihi. Lemayan ‘kaaan, gue bisa marah-marah soal betapa jauhnya terbang ke Orlando atau Anaheim.

Still, it would be nice to have a fellow Indonesian Disney-fanatic, yang tingkat obsesinya berada di level gue ini atau sederajat *SEDERAJAT! :D*.

Sampai bulan lalu, gue menganggap hal tersebut adalah mustahil.

Nah, ada apa di bulan lalu? Eng ing eng.

Jadi gini.
Over the years, DISboards tuh berkembang pesat. Saking suksesnya, kini mereka punya beberapa ‘cabang usaha’ lain. Sebagai contoh, mereka punya biro perjalanan sendiri. Mereka juga punya podcast (channel radio independen di Internet) bernama DISUnplugged. Mereka siaran setiap Selasa selama 1-2 jam, discussing all things Disney, dan tentu saja, gue adalah pendengar setia.

Saking setianya, gue nge-follow Instagram para penyiar / kru DISUnplugged. Salah satu kru tersebut bernama Shaun

Suatu hari, Shaun nge-post sebuah foto di IG, dan dikomenin oleh seseorang bernama Lizzy.

Pas gue liat namanya, FOR SURE, I know this Lizzy. Dia nih temennya temen geng SMA gue, alumni Tarki, sempet sekampus sama gue di UI, sebelum dia akhirnya pindah. She’s now a mom of twin boys, living in Jakarta. Walau nggak kenal akrab, I KNOW this girl for sure!

Kok dia bisa follow (dan komen!) IG-nya Shaun, sih? Apalagi ‘kan—maaf ya, Shaun—Shaun nggak terkenal(-terkenal amat). Hanya pendengar DISUnplugged yang tau Shaun. APAKAH LIZZY PENDENGAR DISUNPLUGGED?! OMG, IS SHE A DISNEY FREAK LIKE ME? OMG!!!

Tanpa tedeng aling-aling, gue langsung ninggalin komen creepy untuk Lizzy, bak seorang stalker sejati.

 Numpang tegor-tegoran di IG orang! Udah kayak komentator alay di IG artis.

I was worried she would report me as a spam. Fortunately, she did not.


Pada akhirnya, kami malah tukeran kontak Whassap, and have been chatting about Disney trips ever since.

Dugaan gue bener. Lizzy adalah pendengar DISUnplugged, member DISboards, cinta Disney parks unapologetically, knows WDW inside out, had a Disneymoon (honeymoon ke Disney!) setelah nikah, and planned all of her trips herself.

ASTAGANAGA BONAR.

Ada banyak temen gue yang suka—atau cinta—Disney, tapi Lizzy adalah satu-satunya yang sukanya sampe selevel gue. She speaks my language. Dia paham betapa gila dan rumitnya planning the perfect WDW vacation, karena Lizzy tau, bahwa WDW itu ribeta—nggak sekedar ‘main di theme park’. It’s about reserving restaurants, ADRs, Fastpass+, Magic Bands, touring strategies, en de bla, en de blu. OMG, Lisiiikkk, ay laf yuuuuu!







"Hanya elo yang bisa gue ajak ngebahas soal ini!!!" Exactly my thought, Liz!

At the end of the day, gue terharu banget. 

Lizzy proves that I’m not alone, and not a ‘freak’ seperti kata nyokap. It is super okay to have obsessions, to be crazy about something, dan kita nggak perlu menjadi apologetic. Toh nggak ngerugiin siapa-siapa.

If any, my obsession for Disney brings nothing but good stuff so far – gue jadi pernah berkesempatan kerja di industri theme park, gue jadi belajar sejarah perjuangan Walter Elias Disney, gue jadi belajar cara merencanakan sebuah trip dengan kedetilan tinggi, dan tentunya, gue jadi dapet banyak kenalan baru, di dunia maya (hey, you crazy people of DIS! Hey, Josh!) maupun nyata (hai, Lizzy! Hai, Dian!).

Hello, I’m Laila, I’m a Disney-freak, and I have no shame about it. How about you?


11 comments:

wawagunk said...

level ane blom se-freak itu tapi akuuuuu cintaaaaaa disney.

baca blog ini bikin deg²an tau ga sih

miund said...

ya, gw belom se-freak elo Laaa tapi as much as I can remember, selama SMP di cassette player gw baik di kamar maupun di walkman maupun di mobil, cuma ada kaset2 Disney dan Queen.

and i'm one of those ppl who have 'comfort cartoons' to watch whenever i fall sick. this past few years it's been kungfu panda, but it used to be aladdin (and pre-aladdin disney features).

kirain gue udah sarap, ternyata ada yg lebih sarap, and yes I COULDN'T BE HAPPIER READING THIS BLOGGGGG!!!!!!!

well this, and those detailed PTR you wrote at DISboards. awesome. awesome.

nanti pas di sana instagram EVERY RIDE boleh gak? #EAAAA mulai banyak rikwes :))))))))

Leija said...

Wawagunk: deg-degan bak ciuman pertama nggak? :D

Miund: Comfort cartooons!!! I feel you, mak! Hahaha boleh doong. Buat Miund, foto muka pegawenya atu-atu juga gue jabanin. Makasih atas dukungannya ya sisss, muah muah :-* *cium jidat*

dika said...

Halo Lei, kenalin gw Dika *salaman. Selama ini gw fokes dan konsisten sbg SR di sejumlah blog lo. Tp baca postingan ini bikin gw mantap utk keluar dr zona nyaman gw sbg SR sejati (haissssyyy..). Ngga usah galau, lo msh mending freaknya sm Disney. Secara gw suki bgt mengunjungi killing field, dan 'ibadah haji' gw adalah Museum Nazi di Polandia. Pastinya selain freak, label psycho pun akan nempel di jidat. Kebayang kan kl seandainya gw memutuskan utk solo trip kesana, yg ada emak bapak langsung me-ruqyah gw di tempat :D

Rika said...

Kamu memang gila laila ... Gilaaaaa! Hahahaha sembah sujud deh. Aku juga suka, banget, dan bisa nangis tiap kali nonton disney parade ... Tapi ya kelas cemen lah dibanding yeyy. ^^

Nanti kalo suatu saat aku ke emriki dan ke wdw, minta itin & tips and tricks biar disononya maksimal yaaa. Selain duit, yang kudu dikumpulin tuh nyali nih buat ke wdw. Bok ah aku tuh nervous flyer, abis abisan. Makanya sirikkkk sama org2 yg bs naik pesawat apa aja terus blm take off udah ngorok, bangun2 cm buat makan ama pipis. Hmmmmpph!



Have fun ya lei. 1 bulan lagi ya ternyata! Masa2 paling asik tuh ya. Liburan dah di depan mata, tapi masih agak lama juga utk berlalu.

Anonymous said...

LOH LOH ITU LIZZY BININYA ABDOEH BUKAN SIK MAK??

Leija said...

Dika: Di-ruqiah! :))) Gue paham banget dan tentunya I won't judge :) Sepupu gue punya mantan, dan mantannya itu kebetulan juga terobsesi sama Nazi hihihi. Udah kesampean kah 'naik haji'nya? Kalo blm, semoga segera yaaa.

Rika: Iya Mbaaak! Kalo mau ke Amerika, nanti aku kasih crash course deh. Hihihi. I know you're a major planner like me, jadi pasti syenaaang. Dan sebaliknya, kalo aku mau ke pelosok Jepang, aku mau konsul yaaa.

Anon: YES BENAR! Bini Abdoeh, mamak Max-Dex.

Christin said...

Hi, Leija. Salam kenal dari silent reader ya.

Nggak freak sama sekali kok, karena blog letthebeastin soal hk disneyland, aku jadi tau soal fastpass, dan karena ini, aku & anakku (3 thn) pas kemarin taun baruan di disney hk bisa naik rides favorite dia seperti pooh & buzz 2 kali aja.

Ikut excited dengan trip ini deh. Good luck yaaa :*

Leija said...

Christin: Thank you! Makasih yaaa. Senang kalo hobiku bisa jadi bermanfaat juga buat orang lain hehehe.

Anna said...

Saya belum sampai level freak, tapi tiap ke negara yang ada Disneyland-nya, PASTI wajib kudu nyempetin singgah.
Dan umur saya udah kepala 3 *uhukkk*
Makasih blognya mbak, membantu banget buat saya yg lagi ngerencanain ke WDW Oktober ini, bela2in ngejar Halloween ala Disney. Hehe.

Leija said...

Anna: Hahahaha, ya SAMA! Selalu ngejar Disneyland di setiap negara :) Aku juga hampiiir kepala tiga *uhuk juga* Wah, kamu mau ngejar Mickey's Not So Scary Halloween Party yaaa... Serunyaaa! Be prepared for the crowd, tho.